<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Pendampingan Pelatihan Pengolahan Kue Tradisional Sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Masyarakat di Desa Tellumpanuae Kecamatan Mallawa Kabupaten Maros</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given"></mods:namePart><mods:namePart type="family">Muharram</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given"></mods:namePart><mods:namePart type="family">Yasni</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Muhammad</mods:namePart><mods:namePart type="family">Basri</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Sitti</mods:namePart><mods:namePart type="family">Fadjriyah</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Rilfan Kasi</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ranteta'dung</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Tingkat kemiskinan di Indonesia yang masih berada pada angka 9,03% pada Maret 2024 serta perlambatan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Maros dari 5,00% pada tahun 2023 menjadi 3,79% pada tahun 2024 menunjukkan pentingnya pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan UMKM berbasis kuliner tradisional sebagai upaya meningkatkan pendapatan masyarakat pedesaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kapasitas ibu rumah tangga di Desa Tellumpanuae, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros dalam mengolah kue tradisional Bugis-Makassar sehingga dapat menciptakan peluang usaha baru dan mendukung peningkatan pendapatan keluarga. Metode yang digunakan berupa penelitian deskriptif kualitatif lapangan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan 20 ibu rumah tangga sebagai peserta atau mencapai 100% dari target yang telah ditetapkan. Pemilihan peserta dilakukan melalui teknik purposive sampling dengan kriteria tingkat kehadiran minimal 80% serta memiliki komitmen dalam mengembangkan usaha. Pengumpulan data dilaksanakan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan pencatatan lapangan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan pengujian keabsahan data dilakukan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik.&#13;
&#13;
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan yang dilaksanakan selama delapan pertemuan atau setara dengan 16 jam melalui metode ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung berhasil meningkatkan keterampilan peserta dalam memproduksi tiga kelompok produk utama, yaitu kue kering, kue basah, dan roti. Selain itu, program juga mampu meningkatkan motivasi peserta untuk berwirausaha serta menghasilkan berbagai produk yang berpotensi untuk dikembangkan melalui diversifikasi olahan kue tradisional, seperti kue bugis, kue karasa, jenang labu kuning, dan klepon. Program ini memberikan kontribusi terhadap pelestarian kuliner tradisional sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, yang sejalan dengan berbagai penelitian terdahulu mengenai dampak positif usaha kue tradisional terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa pendekatan pelatihan yang berorientasi pada praktik dan didukung pendampingan intensif efektif dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro. Namun demikian, keberlanjutan program memerlukan tindak lanjut berupa pengembangan kemasan yang lebih profesional, diversifikasi produk, peningkatan teknologi produksi, serta penguatan pemasaran digital. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan studi longitudinal selama 6–12 bulan guna mengukur dampak ekonomi berkelanjutan, mengkaji pemanfaatan digital marketing melalui platform e-commerce, serta mengeksplorasi pembentukan asosiasi produsen kue tradisional sebagai upaya memperkuat posisi tawar di pasar.</mods:abstract><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2026-06</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:genre>Artikel</mods:genre></mods:mods>