<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Ipteks Bagi Masyarakat di Desa Panciro Kabupaten Gowa</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given"></mods:namePart><mods:namePart type="family">Hernita</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given"></mods:namePart><mods:namePart type="family">Widiastuti</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Kerajinan tas dan kipas ini banyak diminati kaum wanita. Maka tak heran jika kini banyak wanita yang telah sukses membuka usaha kerajinan tas dan kipas memasang payet, hanya bermula dari hoby mereka. Untuk membuka peluang usaha kerajinan tas dan kipas tidak membutuhkan modal besar. Yang dibutuhkan hanya ketrampilan teknik memasang payet, untuk menghasilkan produk kerajinan tas dan kipas yang bervariasi. Untuk itulah diperlukan pelatihan dan pendampingan selama proses pembuatan tas dan kipas aneka motif payet. Proses pembuatan tas dan kipas ini dilakukan dalam tiga tahapan. Pertama, pembuatan tas dan kipas. Kedua, pengolahan limbah karton dan kertas yang akan dijadikan bahan dasar. Ketiga, proses rejut (pemberian penambahan kreasi pada tas dan kipas).</mods:abstract><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2016-09</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:genre>Artikel</mods:genre></mods:mods>