<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Dampak Pelatihan dan Pengembangan Terhadap Kinerja Organisasi pada Bank Sulselbar Mamuju tengah</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given"></mods:namePart><mods:namePart type="family">Karmila</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Andi Batary</mods:namePart><mods:namePart type="family">Citta</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given"></mods:namePart><mods:namePart type="family">Hernita</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Globalisasi dan kemajuan teknologi menuntut sektor perbankan untuk memiliki sumber daya manusia berkualitas tinggi agar tetap kompetitif. Bank Sulselbar Cabang Mamuju Tengah telah mengalami penurunan kinerja organisasi selama lima tahun terakhir; hal ini diduga dipengaruhi oleh rancangan pelatihan yang kurang memadai, terbatasnya pelatihan di tempat kerja (on-the-job training), serta gaya penyampaian yang tidak efektif dalam program pengembangan karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh rancangan pelatihan, pelatihan di tempat kerja, dan gaya penyampaian terhadap kinerja organisasi melalui peran mediasi pelatihan dan pengembangan di Bank Sulselbar Cabang Mamuju Tengah. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 100 karyawan tetap dan kontrak, kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan pelatihan, pelatihan di tempat kerja, dan gaya penyampaian berpengaruh signifikan baik terhadap pelatihan dan pengembangan maupun terhadap kinerja organisasi. Selain itu, pelatihan dan pengembangan berperan sebagai mediator yang memperkuat hubungan antara variabel independen dan kinerja organisasi. Pelatihan dan pengembangan merupakan faktor krusial dalam meningkatkan kinerja organisasi. Oleh karena itu, manajemen Bank Sulselbar disarankan untuk memperbaiki rancangan pelatihan yang terstruktur, meningkatkan pelaksanaan pelatihan di tempat kerja, serta menerapkan gaya penyampaian yang lebih interaktif dan berpusat pada karyawan.</mods:abstract><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2025-12</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Faculty of Education Universitas of Pahlawan Tuanku Tambusai</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Artikel</mods:genre></mods:mods>